Raih Kebahagiaan dengan Sabar dan Syukur

Dibaca normal 3 menit

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

Allah berfirman di dalam surat An-Nahl ayat 97 di atas (yang artinya), “Barangsiapa yang mengerjakan amal salih, baik dari laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka Kami sungguh-sungguh akan berikan kepada mereka kehidupan yang baik, dan Kami sungguh-sungguh akan balas mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”.

Iman merupakan syarat sah dan diterimanya amal salih. Tidak dinamakan amal salih kecuali apabila diiringi dengan iman. Begitu juga iman membutuhkan amal salih. Karena bukti nyata iman adalah dengan amal anggota tubuh, baik dari amal-amal wajib dan amal-amal sunnah (Tafsirul Karimul Mannan, hal. 579).

Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang menggabungkan antara iman dengan amal salih, maka Allah akan memberikannya kehidupan yang baik di dunia ini dan balasan yang lebih baik kelak di akhirat. Oleh karena itu, sebab paling besar dan paling pokok untuk meraih kehidupan yang baik atau kebahagiaan hidup adalah iman dan amal salih. Keduanya merupakan sebab yang gamblang. Karena orang yang beriman dengan keimanan yang benar akan melakukan amal salih yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, orang-orang di sekitarnya, untuk hati dan akhlak, dan untuk kehidupan di dunia dan akhirat

Perlu diketahui bahwa kunci hidup bahagia adalah lapangnya hati. Sebab terbesar lapangnya hati adalah dengan tauhid. Kemuliaan, kedudukan, serta keutamaan tauhid menjadi sebab lapangnya hati orang yang bertauhid.

أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيۡلٌ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Maka apakah orang yang Allah lapangkan hatinya untuk (memeluk) Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang telah membatu hatinya dari mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (QS Az-Zumar: 22).

Setiap bangunan memiliki pondasi. Pondasi tegaknya agama adalah iman kepada Allah dengan seluruh nama dan sifat-Nya. Hal ini merupakan pondasi yang menguatkan orang yang memegangnya dengan kuat, serta yang menyelamatkannya dari kerobohan dan ketergelinciran.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa menginginkan sempurnanya bangunan maka wajib baginya menggabungkan antara pondasi (asas/pokok bangunan) dan ketrampilan (tukangnya) serta menguasainya. Karena sempurnanya bangunan sejalan dengan kekuatan penggabungan antara pondasi dengan bangunan yang ada di atasnya. Maka amal-amal beserta tingkatan-tingkatannya, yang menjadi kekuatan dan pondasinya adalah iman (kepada Allah)”

Oleh karena itu, beriman kepada Allah dan kepada seluruh nama dan sifat-Nya merupakan kekuatan dan pondasi yang melahirkan bangunan berupa amal salih yang merupakan sebab terwujudnya kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Salah satu nama Allah adalah Al-Mannaan, yaitu Dzat Yang Maha Pemberi, banyak pemberiannya, luas kebaikannya, memberi pemberian kepada hamba-Nya, menjaga nikmat-nikmat-Nya kepada hamba-Nya sebagai keutamaan dan kemuliaan untuk hamba-Nya. Dan secara pasti, tidak ada Al-Mannaan kecuali hanya Allah. Al-Mannaan juga berarti Dzat yang terlebih dahulu memberi sebelum diminta

Maka mari bersama kita renungkan. Betapa banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan namun tak kita sadari.

وَفِىٓ أَنفُسِكُمۡ ۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ

Dan (juga) pada diri kalian, apakah kalian tidak memperhatikan? (QS Ad-Dhariyat: 20).

Nikmat sistem pernapasan, nikmat sistem peredaran darah, nikmat sistem pencernaan, nikmat melihat, nikmat mendengar, dan berbagai nikmat lainnya. Pernakah kita meminta tiap harinya agar Allah tetap memberikan nikmat-nikmat tersebut? Dengan kita beriman bahwa salah satu nama Allah adalah Al-Mannaan, Dzat Yang Maha Pemberi, memberi sebelum diminta, maka diharapkan lahirlah amal shalih berupa sabar dan syukur, yang dengannya dapat mengantarkan kita meraih hidup yang bahagia.

Raih Kebahagiaan dengan Sabar dan Syukur

Rasulullah bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara seorang yang beriman (mukmin). Sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Dan tidaklah hal itu terjadi pada seseorang kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapat kesenangan, dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Dan jika menghadapi kesulitan, dia bersabar, maka itu kebaikan baginya” (HR Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa semua perkara atau urusan dapat menjadi suatu kebaikan, hanya bagi orang yang beriman, sehingga kebaikan atau kebahagiaan hanyalah bisa didapatkan dengan keimanan kepada Allah. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa iman merupakan satu bagian, yang mana setengah bagiannya adalah sabar dan setengah bagian lainnya adalah syukur.

Sabar mempunyai kedudukan yang agung dan tinggi dalam agama. Allah telah menyebutkan agung dan tingginya kedudukan sabar dalam banyak ayat dalam Al-Qur’an. Sebagaimana perkataan Imam Ahmad, “Allah telah menyebutkan (tentang) sabar dalam Al-Qur’anul Karim sebanyak lebih dari 90 tempat.”

Hal ini menunjukkan dengan jelas kepada kita atas agungnya perkara sabar dan tingginya kedudukannya. Seorang hamba sangat membutuhkan kesabaran, baik bersabar dalam perkara ketaatan untuk melakukannya, bersabar dari perkara yang dilarang sehingga meninggalkannya, dan bersabar dalam perkara takdir berupa musibah yang membuat resah dan marah

Begitu pula dengan syukur. Para ulama rahimahumullah menjelaskan bahwa syukur terdiri dari tiga rukun, yaitu: Dengan hati, yaitu meyakini nikmat yang didapat adalah pemberian dari Allah semata. Dengan lisan, yaitu memuji Allah atas segala nikmat-Nya. Dengan anggota tubuh, yaitu menggunakan anggota tubuh untuk ketaatan kepada Allah. Puncak dari syukur seorang hamba adalah ketaatan kepada Allah yang dilakukan dengan anggota tubuhnya, yaitu menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sehingga mengantarkan hamba kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Bagikan artikel ini ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *