Panjang Umurnya Iblis

Dibaca normal 4 menit

Tulisan ini diambil dari sebuah kitab Qishosul Anbiya karya dari seorang ulama besar Kyai Toha Mahsun. Kitab ini dinilai sebagai rujukan sejarah terpenting dalam kajian mengenai sejarah kehidupan para nabi dan rasul, serta umat-umat terdahulu, yang dalam penuturan kisahnya didasarkan pada Al-Quran dan sabda Rasulullah SAW

Sesungguhnya Allah lebih tau sebab apa iblis membangkang saat Allah merintahkannya untuk bersujud kepada Nabi Adam. Hanya saja iblis belum mengatakan apa yang ada dalam hatinya. Disinilah Allah bertanya kepada iblis sebab apa dia membangkang perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Kemudian iblis mengatakan bahwa, sebab dia membangkang karena iblis merasa lebih mulia, karena terciptanya iblis dari api sedangkan Nabi Adam diciptakan dari tanah. Perselisihan antara Allah dan iblis inilah yang membuat iblis termasuk golongan kafir dan sombong. seketika Allah mengeluarkan iblis dari syurga.

Setelah terusirnya iblis dari syurga, iblis tidak tinggal diam. Dia merajuk permintaan kepada Allah agar dia dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat. Dan inilah permintaan iblis yang bisa menjerumuskan anak keturunan Adam ke dalam kesesatan, yakni dia mengancam nabi Adam apabila kelak anak keturunannya akan ditipu daya oleh iblis, disesatkan dan akan dirusak. Hingga mereka memalingkan dirinya kepada perintah Allah dan menjadi golongan musyrik, kecuali orang-orang yang ikhlas.

baca : Terciptanya Manusia Pertama

Barulah Allah memberi perjanjian pula kepada iblis, jika anak bani Adam termasuk golongan sepertinya maka, nerakalah tempatnya. Dan apa bila bani Adam yang patuh dan taqwa kepada Allah maka, janji Allah sungguh benar. Yakni Allah akan memberinya syurga dan kenikmatannya.

Keterangan Di dalam Al-Qur’an

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسۡجُدَ إِذۡ أَمَرۡتُكَۖ قَالَ أَنَا۠ خَیۡرࣱ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِی مِن نَّارࣲ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِینࣲ ۝ قَالَ فَٱهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا یَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِیهَا فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّـٰغِرِینَ ۝ قَالَ أَنظِرۡنِیۤ إِلَىٰ یَوۡمِ یُبۡعَثُونَ ۝ قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِینَ ۝ قَالَ فَبِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَ ٰ⁠طَكَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ ۝ ثُمَّ لَـَٔاتِیَنَّهُم مِّنۢ بَیۡنِ أَیۡدِیهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ أَیۡمَـٰنِهِمۡ وَعَن شَمَاۤىِٕلِهِمۡۖ وَلَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَـٰكِرِینَ ۝ قَالَ ٱخۡرُجۡ مِنۡهَا مَذۡءُومࣰا مَّدۡحُورࣰاۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمۡ أَجۡمَعِینَ

Dalam tafsir Jalalain diterangkan bahwa Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu tatkala Aku menyuruhmu.” Iblis menjawab, “Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan Adam dari tanah.” Allah berfirman, “Turunlah kamu dari surga itu (ada yang mengatakan dari langit) karena tidak patut atau tidak layak bagi kamu menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah dari surga sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang terhina”.

Iblis menjawab, ” berilah saya kesempatan sampai waktu mereka dibangkitkan, yakni sampai manusia dibangkitkan”. Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang ditangguhkan hingga waktu ditiupnya sangkakala pertama. Iblis menjawab, “Engkau telah menghukum saya, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka yaitu anak-anak Adam dari jalan Engkau yang lurus. Maksudnya dari jalan yang dapat mempertemukan mereka kepada Engkau.

baca : Sebutan Adam Insan Basyar dalam Al-Quran

Kemudian kami akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka, maksudnya dari segala penjuru, kemudian aku halang-halangi mereka untuk bisa menempuh jalan-Mu itu. Akan tetapi Ibnu Abbas memberikan penafsirannya, bahwa iblis tidak akan dapat mendatangi mereka dari arah atasnya hal itu supaya ia jangan menghalang-halangi jalan antara hamba dengan rahmat Allah swt. dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.

Allah berfirman, “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang yang terhina, tercela atau kena murka Allah, dijauhkan dari rahmat Allah. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka dari kalangan umat manusia mengikuti kamu. Sungguh Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu semuanya” yakni kamu dan anak-cucumu serta manusia. (QS Al-A’raf 12 – 18)

قَالَ یَـٰۤإِبۡلِیسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِینَ ۝ قَالَ لَمۡ أَكُن لِّأَسۡجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقۡتَهُۥ مِن صَلۡصَـٰلࣲ مِّنۡ حَمَإࣲ مَّسۡنُونࣲ ۝ قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِیمࣱ ۝ وَإِنَّ عَلَیۡكَ ٱللَّعۡنَةَ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلدِّینِ ۝ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِیۤ إِلَىٰ یَوۡمِ یُبۡعَثُونَ ۝ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِینَ ۝ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ۝ قَالَ رَبِّ بِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأُزَیِّنَنَّ لَهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِیَنَّهُمۡ أَجۡمَعِینَ ۝ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِینَ ۝ قَالَ هَـٰذَا صِرَ ٰ⁠طٌ عَلَیَّ مُسۡتَقِیمٌ ۝ إِنَّ عِبَادِی لَیۡسَ لَكَ عَلَیۡهِمۡ سُلۡطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡغَاوِینَ ۝ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِینَ

Allah berfirman “Hai iblis!apa yang menyebabkan kamu enggan ikut sujud bersama-sama mereka yang sujud itu?”. Berkata iblis, “Aku sekali-kali tidak akan sujud, tidak layak bagiku untuk sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Allah berfirman, “Keluarlah dari surga (menurut suatu pendapat dari langit) karena sesungguhnya kamu terusir”.

baca : Nabi yang Digelari Asadul Usud

Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari pembalasan. Iblis berkata, “Ya Rabbku! Kalau begitu maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari dibangkitkannya manusia”. Allah berfirman, “Kalau begitu, maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi tangguhan. sampai hari suatu waktu yang telah ditentukan, yaitu sampai tiupan sangkakala yang pertama.

Iblis berkata, “Ya Rabbku! Oleh sebab Engkau telah menetapkan aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik di muka bumi ini. Terhadap perbuatan-perbuatan maksiat dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka yakni orang-orang yang beriman”.

Allah berfirman. “Inilah jalan yang lurus, kewajiban Akulah memeliharanya. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang beriman tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kamu tidak mempunyai kekuatan kecuali orang-orang yang mengikut kalian yaitu orang-orang kafir. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah dijanjikan kepada mereka semuanya, kepada orang-orang yang mengikutimu. (QS Al-Hijr 32 – 43 – Tafsir Jalalain)

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ ٱسۡجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِبۡلِیسَ قَالَ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِینࣰا ۝ قَالَ أَرَءَیۡتَكَ هَـٰذَا ٱلَّذِی كَرَّمۡتَ عَلَیَّ لَىِٕنۡ أَخَّرۡتَنِ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلۡقِیَـٰمَةِ لَأَحۡتَنِكَنَّ ذُرِّیَّتَهُۥۤ إِلَّا قَلِیلࣰا ۝ قَالَ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاۤؤُكُمۡ جَزَاۤءࣰ مَّوۡفُورࣰا ۝ وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ وَأَجۡلِبۡ عَلَیۡهِم بِخَیۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِی ٱلۡأَمۡوَ ٰ⁠لِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِ وَعِدۡهُمۡۚ وَمَا یَعِدُهُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنُ إِلَّا غُرُورًا ۝ إِنَّ عِبَادِی لَیۡسَ لَكَ عَلَیۡهِمۡ سُلۡطَـٰنࣱۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِیلࣰا

Dan ingatlah tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam.” dengan sujud penghormatan yaitu dengan membungkukkan badan lalu sujudlah mereka kecuali iblis. Iblis berkata, “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah liat?”

baca : Pasrah Tidak Bisa Dipelajari

Iblis berkata, “Jelaskanlah kepadaku! ‘Inikah orangnya yang Engkau utamakan atas diriku?’ sehingga Engkau memerintahkan aku supaya bersujud kepadanya ‘Saya lebih baik daripadanya. Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat niscaya benar-benar akan aku sesatkan anak cucunya dengan menggoda mereka kecuali pada mereka yang mendapat pemeliharaan dari-Mu. Allah berfirman kepada iblis “Pergilah hingga waktu sangkakala ditiup, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah pembalasan kalian semua

Dan godalah! Siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan rayuanmu dengan ajakanmu melalui nyanyian dan tiupan serulingmu serta semua seruanmu yang menjurus kepada perbuatan maksiat dan mintalah bantuan terhadap mereka dengan pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki. Mereka adalah pasukan yang berkendaraan dan berjalan kaki dalam keadaan maksiat dan berserikatlah dengan mereka pada harta benda yang diharamkan, seperti hasil dari riba dan rampasan atau rampokan dan anak-anak dari perbuatan zina dan beri janjilah mereka bahwasanya hari berbangkit dan hari pembalasan itu tidak ada. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka tentang hal-hal tersebut melainkan kebatilan belaka.

Allah berfirman “Sesungguhnya kamu tidak dapat berkuasa atas hamba-hamba-Ku yang beriman dengan kekuasaan dan kekuatanmu itu. Dan cukuplah Rabbmu sebagai penjaga.” yang memelihara mereka yang beriman dari godaan dan rayuanmu. (QS. Al-Isra’ 61 – 65 – Tafsir Jalalain)

قَالَ یَـٰۤإِبۡلِیسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِیَدَیَّۖ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِینَ ۝ قَالَ أَنَا۠ خَیۡرࣱ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِی مِن نَّارࣲ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِینࣲ ۝ قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا فَإِنَّكَ رَجِیمࣱ ۝ وَإِنَّ عَلَیۡكَ لَعۡنَتِیۤ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلدِّینِ ۝ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِیۤ إِلَىٰ یَوۡمِ یُبۡعَثُونَ ۝ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِینَ ۝ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ۝ قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِیَنَّهُمۡ أَجۡمَعِینَ ۝ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِینَ ۝ قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ۝ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِینَ

Allah berfirman, “Hai iblis! Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kekuasaan-Ku? Apakah kamu menyombongkan diri sekarang, sehingga kamu tidak mau bersujud kepadanya. Ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” merasa tinggi diri sehingga kamu bersikap takabur tidak mau bersujud.

baca : Cara Mengatasi Riya’

Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” Allah berfirman, “Maka keluarlah kamu dari surga sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”

Iblis berkata, “Ya Rabbku! Berilah aku tenggang waktu sampai manusia dibangkitkan”. Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguhan. Sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya yakni waktu tiupan sangkakala yang pertama atau hari kiamat”. Iblis menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”.

Allah berfirman, “Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan”. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan keturunanmu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara umat manusia semuanya. (QS Shad 75 – 85 – Tafsir Jalalain)