Mengapa Para Pembesar Malaikat Semisal Jibril, Mikail, Isyrafil, Izrail, Rafail Semuanya Berimbuhan “..il/iel”?

Mungkin saat membaca nama yang terakhir kalian bertanya-tanya, masa ada malaikat Rafayil/Rafail, atau Rafael. ? Jadi begini gaes sejarahnya..

Nama Malikat Rafaiel/Rafayil (atau kalau saya populerkan dengan nama orang jaman sekarang itu Rafael. Islami lho nama Rafael ini, hehe..) itu diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam kitab tafsirnya, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzhim Musnadan ‘An Rasulillahi Wa Ash-Shahabati Wa At-Tabi’in, jilid 6, hal. 2054, hadits No. 11012, isnadnya shahih.

Para perawi haditsnya pun tsiqat (terpercaya), riwayat dari Utsman bin Muhshin (tabi’in), ketika menjelaskan siapa saja tamu Nabi Ibrahim as yang di maksud oleh ayat ke-24, surat Adz-Dzariyat, juz 26,

هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?” Mereka adalah malaikat-malaikat yang jumlahnya ada dua belas atau sepuluh atau tiga malaikat. Di antara mereka terdapat malaikat Jibril. Yang dalam riwayat lain ini disebutkan bahwa yang bertamu pada Ibrahim as adalah 4 malaikat yang namanya; Jibril, Mikail, Israfil, dan Rafayil/Rafail.

Bahkan As-Suyuthi mencantumkan riwayat ini pada kitab tafsirnya, Ad-Durr Al-Mantsur Fi Tafsir Bi Al-Ma`tsur, jilid 4, hal. 446, dan kitabnya yang lain, Mufhimat Al-Aqran, hal. 189. Bukan hanya As-Suyuthi saja yang menyalin riwayat Ibnu Abi Hatim, bahkan Al-Baghawi dalam kitab tafsirnya, Ma’alim At-Tanzil, jilid 2, hal. 229, dan Al-Qurthubi, Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Quran, jilid 7, hal. 44, pun ikutan menyalin riwayat ini,

Sebab sekelas Al-Qurthubi sangat ketat dalam periwayatan di kitab tafsirnya saja ndak ragu menyalin riwayat Ibnu Abi Hatim ini. Sedangkan masalah imbuhan “..Il/Iel” ini, Ibnu Abi Hatim mrriwayatkan dari Abdullah bin Al-Harits (tabiin) dalam kitab tafsirnya tersebut padajilid 1, hal. 182, hadits No. 967, sanad haditsnya hasan, para perawinya antara tsiqat (terpercaya) dan shaduq (jujur/adil).

Tapi riwayat Ibnu Jarir dalam kitab tafsirnya, Tafsir Jami’ Al-Bayan Fi Ta`wil Ayi Al-Quran, sanad haditsnya dihukumi dhaif/lemah, karena pada jalur riwayat Ibnu Jarir ini ada perawi yang bernama Muhammad bin Humaid Ar-Razi yang lemah hafalannya.

Jadi kalau anda punya anak laki-laki, kasih saja nama Muhammad Rafael, atau Ahmad Rafael.. islami itu. Jangan di kasih nama Rafael Benitez, bisa-bisa jadi pelatih Liverpol nanti..?

Jadi jangan keburu menganggap nama yang dipakai sebagian orang Spanyol itu ndak Islami, justru nama-nama begini ini banyak di adopsi saat kejayaan Islam masih ada di bumi Spanyol (Andalus, Granada, Sevilla, dll), orang eropa itu yang justru ngadopsi di antara nama-nama “keren” ini. ??

Bagikan artikel ini ke :