Islam Memuliakan Bulan Rajab

Dibaca normal 5 menit

Sebagai informasi bagi yang memang belum tahu atau juga sebagai pengingat bagi yang sudah tahu dan mungkin lupa, bahwa bulan Rajab dalam hitungan kelnder Hijriyah adalah bulan ketujuh. Akan tetapi sebelum adanya pembentukan kalender Hijriyah, bulan Rajab tidak dikenal sebagai bulan ketujuh, karena memang belum ada penomoran dan urutan bulan. Orang-orang sebelum masa sayyidina Umar dimana kelender Hijriyah itu dibentuk, mengenal bulan Rajab sebagai Bulan mulia yang berada sebelum bulan Sya’ban dan sesudah bulan Jumadil Tsani.

Yang perlu diketahui juga bahwa memang nama-nama bulan pada kalender Hijriyah itu bukanlah wahyu yang turun kepada umat Islam. Justru nama-nama itu telah ada sebelumnya dan digunakan berabad-abad lamanya oleh bangsa Arab.

Mereka terbiasa menggunakan bulan sebagai media untuk menentukan waktu, karena itu penaggalan mereka disebut dengan Taqwimul Qamari (kalender Bulan), karena memang basis perhitungannya bergantung pada bulan. Walaupun ada beberapa suku, khususnya di selatan Jazirah Arab (Yaman) yang menggunakan matahari sebagai media menentukan hari.

Kemudian, mereka memberi nama-nama bulan sesuai dengan keadaan alam atau keadaan sosiologi dan budaya yang mereka lakukan pada bulan-bulan tersebut. Nah, karena bangsa Arab juga punya kelas yang berbeda (suku), ini membuat mereka berbeda pula dalam kebiasaan dan adat dari setiap masing-masing suku. Karena itu juga, walaupun menggunakan perhitungan yang sama; memakai bulan, mereka berbeda-beda dalam memberikan nama bulannya.

Barulah ketika tahun 412 Masehi terjadi konvensi para petinggi-petinggi dari lintas suku dan kabilah bangsa Arab di Mekkah di masa Kilab bin Marrah (kakek Nabi Muhammad keenam) untuk menentukan dan menyatukan nama-nama bulan agar terjadi kesamaan, serta memudahkan mereka dalam perdagangan.

Mengapa Para Pembesar Malaikat Semisal Jibril, Mikail, Isyrafil, Izrail, Rafail/Rafayil/Rafael.. Semuanya Berimbuhan "..il/iel"?

Dari perkumpulan itu, muncul 12 nama bulan : Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabiul Tsani, Jumadil Ula, Jumadil Tsani, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul-Qa’dah dan Dzul-Hijjah

Penomoran bulan belum terjadi karena memang orang-orang arab terdahulu pun tidak tahu bulan apa yang pertama. Muncul penomoran bulan qamari ini setelah adanya kebijakan Umar bin Khaththab yang mengeluarkan perintah untuk membentuk kalender Islam, dan akhirnya bulan Muharram ditunjuka sebagai bulan pertama kalender Islam yang sekarang dikenal dengan kalender Hijriyah. Setelah itu barulah kemudian ada nomor urut untuk setiap bulan dalam kalender qamari ini.

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa orangorang sebelum Islam sudah memberikan namanama bulan sesuai dengan kejadian dan pristiwa khas yang mewarnai waktu tersebut. dan begitu juga untuk bulan Rajab.

Itu berarti memang sebelum Islam datang, bulan Rajab sudah menjadi bulan yang dimuliakan oleh peradaban ketika itu. Salah satu bentuk pemuliaan yang diberikan untuk bulan Rajab adalah haramnya darah ditumpahkan dalam bulan itu untuk alasan apapun. Abu Nashr al-Farabi (393 H) menjelaskan dalam kitabnya al-Shihah Taaj al-Lughah

رجب. رَجِبْتُهُ بالكسر، أي هِبْتُهُ وعَظَّمْتُهُ، فهو مَرْجوبٌ. ومنه سُمِّيَ رَجَبٌ، لأنهم كانوا يعظِّمونه في الجاهلية ولا يستحِلّونَ فيه القِتالَ

Rajab artinya mulia; aku merajabkan sesuatu yakni memuliakannya dan mengagungkannya, dan sesuatu itu mulia. Dan karena itulah rajab dinamakan rajab; karena memang orang-orang terdahulu di zaman jahiliyah memuliakan bulan tersebut dan tidak menghalalkan peperangan.

Sejarah Singkat Imam Malik

Dan karena kemuliaan Rajab juga, orang-orang jahiliyah bukan hanya mengharamkan peperangan, mereka pun memiliki ritual sembelihan ketika masuk bulan Rajab, untuk memberi makan keluarga dan orang-orang sekitarnya; sebagai bentuk pemuliaan dan mengharapkan kemuliaan dari bulan Rajab. Sembelihan tersebut biasa disebut dengan istilah “al-rajabiyah”, atau juga “al-‘Atirah”. Itu yang disebutkan oleh al-Farahidiy (170 H) dalam kitabnya; Kitab al-‘Ain

Dan ketika Islam datang, kemuliaan itu dipertegas denga banyaknya wahyu serta sabda Nabi SAW. yang menguatkan bahwa Rajab adalah bulan mulia, yang masuk dalam 4 bulan haram.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Muharram berarti yang terlarang. Disebut demikian karena memang pada bulan ini, bangsa Arab seluruhnya mengharamkan peperangan. Tidak ada tumpah darah pada bulan ini. ini merupakan hukum adat yang tak tertulis yang berlaku sejak lama.

Shafar satu suku kata dengan kata Shifr صفر yang berarti kosong. Bulan ini dinamakan shofar atau shifr, karena pada bulan ini bangsa Arab mengosongkan rumah-rumah mereka yang beralih ke medan perang. Bulan Rabi’ul Awwal sesuai namanya, Rabi’ ربيع yang berarti musim semi, bulan ini dinamakan demikian karena memang itu yang terjadi. Rabi’ul Tsani mengikuti nama bulan sebelumnya karena musim gugur yang masih berlangsung. Tsani ثاني artinya yang kedua.

Jumadil Ula dulu di masa Jahiliyah, namanya Jumada Khamsah. Jumada, asal katanya Jamid جامد yang berarti beku atau keras. Dikatakan demikian karena bulan ini adalah musim panas, yang karena saking panasnya, air bisa saja membeku, artinya kekeringan. Sedangkan Jumadil Tsani Atau disebut juga Jumadil Akhirah. Namanya mengikuti bulan sebelumnya.

Dalam tradisi Arab, bulan Rajab adalah termasuk bulan yang haram bagi mereka untuk melakukan peperangan. Artinya haram membunuh ketika itu. Dinamakan Rajab, karena memang salah satu makna rajab رجب dalam bahasa Arab ialah sesuatu yang mulia. Maksudnya mereka memuliakan dirinya dan orang lain dengan tidak membunuhnya. Ada juga yang mengatakan bahwa Rajab berarti melepaskan mata pisau dari tombak sebagai symbol berhentinya perang.

Sya’ban, asal katanya dari syi’b شعب yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan sya’ban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing, dan mereka berkelompok lagi untuk berperang setalh sebelumnya di bulan Rajab mereka hanya duduk di rumah masing-masing.

Ramadhan erasal dari kata Ramadh رمض yang maknanya ialah panas yang menyengat atau membakar. Dinamakan seperti itu karena memang matahari bulan ini jauh lebih menyengat dibanding bulan-bulan lain sehingga panas yang dihasilkan lebih tinggi dibanding yang lain.

Pada bulan Syawwal Bangsa Arab mengenal jenis burung an-Nauq وىق , yang kalau biasanya hamil di bulan ini dan mengangkat sayap serta ekornya sehingga terlihat kurus badannya burung tersebut. Mengangkat sayap atau ekor disebut dengan Syaala شال yang merupakan asal kata dari nama bulan syawal.

Asal katan Dzul-Qa’dah dari qa’ada قعد yang berarti duduk atau istirahat tidak beraktifitas. Dinamakan demikian karena memang bulan ini orang-orang Arab sedang duduk dan istirahat dari berperang guna menyambut bulan haji, yaitu dzul-hijjah yang mana bulan tersebut adalah bulan diharamkan perang.

Sudah bisa dipahami dari katanya bahwa bulan Dzul-Hijjah adalah bulannya orang berhaji ke Mekkah. Dan memang sejak sebelum Islam datang, bang Arab sudah punya kebiasaan pergi haji dan melakukan thawaf di ka’bah.

Sepertinya sudah bukan rahasia lagi, bahwa dalam Islam ada yang disebut dengan istilah bulan-bulan haram, yakni bulan-bulan mulia yang memang dimuliakan oleh Allah SWT dalam wahyu-Nya. Dan rajab adalah salah satu bulan dari empat bulan yang disbeut dengan bulan haram, yakni dzul-qa’dah, Dzul-hijjah, Muharram, dan Rajab

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأْرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (QS: Al-taubah 63)

Photo by Adli Wahid on Unsplash

Empat bulan yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat tersebtu dijelaskan dan dirincikan oleh Nabi SAW dalam sabdanya.

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ : ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ، ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ . وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Dari Abu Bakrah r.a, Nabi SAW. bersabda: setahun itu ada 12 bulan, dan di antaranya ada empat bulan mulia, tiga berurutan, Dzul Qa,dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar yang ia itu berada antara jumada dan sya’ban. (Muttafaq ‘alaih)

Pemuliaan yang diberikan syariat ini tentunya membuat empat bulan haram menjadi berbeda denga bulan-bulan lainnya, termasuk dalam hal adab dan hukumnya. Jadi bulan-bulan haram adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab. Disebutkan Rajab Mudhar, bukan berarti Rajab ada banyak jenisnya. Rajab hanya satu, disebutkan demikian, karena dahulu ada dua suku, Mudhar dan Rabi’ah, yang masing-masing sangat memuliakan beberapa bulan hijriyah.

Dalam Syarhu Muslim li an-Nawawi dijelaskan bahwa, suku Rabi’ah sangat menyukai dan mengagungkan bulan Ramadhan, sedangkan kaum mudhar sangat menaruh cinta yang dalam kepada Rajab, sehingga Rajab menjadi bulan yang sangat dimuliakan oleh kaum ini. Karena itulah, orang-orang dahulu, menyebut Rajab dengan sebutan rajab Mudhar.

Bagikan artikel ini ke :