Hikmah Mencintai Seoran Ulama

Dibaca normal 2 menit

Ada sebuah riwayat dari Kaab bin Akhbar ra. Ia berkata sesungguhnya Allah SWT dihari kiamat nanti akan menghisab semua amal seorang hamba. Apabila amal kejelekannya itu lebih berat daripada amal baiknya, maka hamba itu dihukum masuk neraka. Ketika mereka itu berjalan menuju neraka maka Allah berkata pada malaikat Jibril as. “Hai Jibril temuilah hambaku dan tanyakan padanya, apakah dia saat hidup didunia pernah mendatangi majelis ulama? Agar aku dapat mengampuninya dengan perantara syafaat si ulama tersebut.

kemudian malaikat Jibril melaksanakan perintah itu dan si hamba tersebut menjawab “Saya tidak pernah menghadiri majelis ulama”. Malaikat Jibril lalu kembali menghadap Allah dan berkata ” Ya Rob, Engkau Maha Mengetahui tentang keadaan hambamu, hamba itu menjawab tidak pernah menghadiri majelis ulama. Lalu Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril untuk bertanya lagi kepada si hamba tadi itu

“Apa dia pernah mencintai seorang ulama selama hidupnya?” Kemudia malaikat jibril membawa pertanyaan itu, tetapi ketika hamba itu ditanyai dengan pertanyaan tersebut, hamba tersebut menjawab “Aku tidak pernah mencintai seorang ulama”. Lalu malaikat Jibril kembali pada Allah untuk mengantarkan jawaba si hamba tadi.

Kemudia Allah memerintahan Jibril untuk bertanya lagi pada hamba “Tanyakanlah kabar pada hambaku itu, apakah dia pernah duduk makan yang dihadiri oleh seorang ulama?” pergilah malaikat Jibril menanyakan pada hamba, tetapi hamba itu menjawab dengan jawaban yang sama “tidak pernah”

Kemudian Allah SWT memerintahkan malaikat jibril kembali untuk bertanya kepada hamba tersebut. “Apakah dia pernah tinggal disebuah perkampungan yang disitu terdapat seorang ulama?” kemudian Jibril pergi melaksanakan perintah itu. Setelah ditanya tentang ini ternyata lagi-lagi hamba itu menjawab dengan jawaban yang sama “tak pernah”.

Kemudian Allah SWT berkata pada malaikat Jibril tanyakanlah kepadanya. “Apakah namanya sama dengan nama seorang ulama? Pergilah Jibril ke hamba dengan menanyakan hal itu pada hamba. Tetapi hamba itu menjawab tidak pernah. Setelah itu malaikat Jibril menghadap lagi pada Allah SWT. Kemudian jibril membawa pertanyaan untuk hamba tersebut “Apakah dia pernah mencintai orang yang mencintai seorang ulama? Hamba tersenyum mengiyakan pertanyaan dari Jibril.

Kembalilah Jibril pada Allah, dan Allah memerintahkan kepada Jibril “Tariklah hamba itu dari neraka dan tuntunlah ke surga. Sesungguhnya Aku telah mengampuninya, karena sebab dia mencintai orang yang orang tersebut mencintai seorang ulama”.

Beruntunglah kita yang didunia ini yang dekat dengan ulama. Semoga Allah Jadikan Kita Semua Sebagai Hamba-Hamba-Nya Yang Selalu Mencintai Ulama, Agar Kita Bisa Memperoleh AmpunanNya Dan Dimasukkan Ke Dalam SurgaNya Dengan Sebab Keberkahan Dan Syafa’at Mereka.

Tulisan ini diambil dari intisari kitab An-Nawadhir hal 41