Doa yang Paling Baik Buat Anak itu Fatihah, Kang!

Dibaca normal 1 menit

“Dungo sing paling apik nggo anak iku fatihah, kang. Fatihah iku futuh (pembuka).” Demikian pesan para kyai kami, dan tidak sekali dua kali saya mendengar dari lisan mulia beliau-beliau ini. Sekian lama saya berusaha memahami, angen-angen apa maksudnya, bukankah banyak pula doa-doa lain yang tersebar, baik dalam redaksi ayat-ayat Al-Qur’an maupun Al-Hadits, atau doa-doa dari ijazah yang beliau berikan, dan pada akhirnya saya baru faham, dan paling tidak sampai pada kesimpulan begini:

Fatihah, merupakan surat urutan pertama dalam susunan redaksi surat-surat Al-Qur’an, dan surat ini dinamakan “Ummul Qur’an, atau Ummul Kitab” yang merupakan induknya surat-surat Al-Qur’an, yang mana 7 ayat dari surat Al-Fatihah ini di syarah/diulas panjang lebar hingga 7 surat panjang, yakni mulai surat Al-Baqarah hingga At-Taubah, yang kemudian 7 surat panjang ini masing-masing diuraikan lebih spesifik dan detail mulai surat Yunus hingga An-Nas. Tentunya doa-doa yang termaktub pada tiap surat menjadi bagian dari konsep global surat Al-Fatihah. Sederhananya, surat Al-Fatihah adalah induk, dan Al-Baqarah hingga An-Nas adalah cabang. Demikian halnya Al-Hadits, ia merupakan bentuk lebih spesifiknya Al-Qur’an. Jumhur mufassir dan ulama ahli tahqiq sepakat akan hal ini.

Tiap-tiap ayat dari Al-Fatihah meliputi isyarat-isyarat makna, yakni:

  • Ayat pertama tentang nama yang Agung, yakni Allah Azza Wa Jalla.
  • Ayat kedua tentang pujian dan sanjungan.
  • Ayat ketiga tentang sifat-sifat terpuji.
  • Ayat keempat tentang kekuasaan atau kedudukan.
  • Ayat kelima tentang ubudiyah (ibadah).
  • Ayat keenam tentang petunjuk jalan yang lurus.
  • Ayat ketujuh tentang jalan keselamatan yang ditempuh oleh para Rasul, Nabi, dan orang-orang shalih.

Mayoritas para orang tua pertama kali memberi nama yang baik bagi anak-anaknya, dan dari nama itu tersimpan harapan-harapan agar anaknya kelak menjadi orang yang mulia, memiliki kedudukan, tetap menjalankan kewajiban ibadahnya, tidak tersesat jalan, dan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Seiring berjalannya waktu, harapan-harapan ini kemudian diwujudkan dalam bentuk doa-doa dalam setiap harinya, sehingga disebutkanlah redaksi-redaksi doa itu dengan detail sebagai bentuk gambaran spesifik dari harapan-harapan yang mereka inginkan pada anak-anaknya nya.

الحمد لله الذى الهمنى على هذه

Danny Ma’shoum, Khadim Tahfidz Al-Qur’an Intensif

Bagikan artikel ini ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.