Bertemanlah dengan Orang yang Menjagamu

Dibaca normal 2 menit

Manusia di ciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial yang tentunya tidak dapat jauh jauh dari hubungan pertemanan dengan manusia yang lain. Agama Islam juga merupakan agama yang sangat mengatur hubungan baik antara satu manusia dengan manusia yang lain. Dengan adanya pertemanan ini , sebenarnya kita sebagai umat muslim sedang memperkuat hubungan persaudaraan terhadap sesama umat Islam. Hubungan ini merupakan suatu ikatan yang kokoh yang insya Aallah dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi setiap pribadi masing masing.

Akan tetapi, tidak sembarang orang yang dapat kita jadikan seorang teman. Ada beberapa syarat yang harus kita perhatikan dalam mencari teman. Mengapa demikian?, hal ini karena teman itu mempengaruhi bagaimana kebiasaan kita dalam menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :

المراعلي دين خليله فلينظر احدكم من يخالل

Manusia itu mengikuti kebiasaan temannya, maka hendaklah salah satu dari kamu sekalian melihat siapa yang akan dijadikan temannya.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam mencari teman . Hal tersebut antara lain : Harus seorang yang berakal. Mengapa demikian? hal ini karena akal adalah modal dalam kehidupan sehari hari. Amirul mukminin Ali ra. pernah berkata: jangan berteman orang bodoh, awaslah kamu terhadapnya. Betapa banyak orang bodoh yang membinasakan orang bijak ketika berteman dengannya.

Manusia itu diukur dengan manusia lainnya bila manusia bergaul dengannya Orang yang tidak berakal dapat merugikan kita walaupun ia ingin memberi kita manfaat. Dalam kitab ihya ulumudin juga terdapat keterangan bahwa ” memutus hubungan dengan orang bodoh adalah pendekatan kepada Allah SWT

Kedua, Orang yang akhlaknya baik. hal ini sesuai dengan wasiat alqamah kepada anaknya di akhir kehidupannya (ihya ulumudin) : “Wahai anakku jika terlintas dalam hatimu keinginan untuk bersahabat dengan seseorang, maka berkawanlah dengan orang yang menjagamu ketika kamu melayaninya, yang memperindahmu apabila kamu berteman dengannya, dan yang membiayaimu jika kamu membutuhkan biaya! Bertemanlah dengan orang yang ketika kamu mengeluarkan tangan kebaikan maka dia menyambutnya, Jika dia melihat satu kebaikan pada dirimu maka dia mengapresiasinya.

Dan bila dia melihat satu keburukan pada dirimu maka dia menutupinya! Bertemanlah dengan orang-orang yang memberimu ketika kamu memintanya, Yang mengajak bicara saat kamu diam. Dan yang melipurmu aewaktu kamu tertimpa musibah!  Berkawanlah dengan orang yang membenarkan ucapanmu. Jika kamu bicara, dia mendukungmu. Bila kamu berusaha dan yang mengalah jika kalian berdua berselisih!

Lantas bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah orang tersebut berakhlak baik atau buruk? . Cara agar kita dapat mengetahui teman itu baik atau buruk adalah dengan melihat pergaulan orang tersebut. Hal ini sesuai dengan syair dalam kitab ta’limul muta’alim yang berbunyi:

عن المرا لا تسال وابصر قرينه○ فكل قرين بالمقارن يقتدي
فان كان ذا شر فجنبه سرعة○ وان كان ذاخير فقارنه تهتدي

Janganlah kamu tanyakan mengenai jati diri seseorang, tetapi lihatlah siapa temannya. Karena seseorang akan mengikuti perilaku temannya. Jika seseorang itu memiliki perilaku yang buruk , maka segera menjauhlah darinya. Namun jika ia memiliki perilaku yang baik , maka bertemanlah dengannya agar kamu mendapat petunjuk.

Ketiga, Orang yang taat beribadah. Orang yang taat beribadah juga menjadi faktor yang penting dalam pertemanan karena kebanyakan orang yang taat , akan mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan pula. Hal ini sesuai dengan syair yang telah di sebutkan diatas bahwa jika kita berteman dengan orang yang berperulaku baik, maka kita akan mendapat petunjuk petunjuk kebaikan dari orang tersebut

Keempat, Orang yang amanah dan tanggung jawab. Orang orang yang amanah dan bertanggung jawab juga salah satu faktir penting dalam mencari teman. Hal ini bertujuan agar kita nyaman saat kita ingin bercerita tentang masalah yang tengah kita alami.

Kelima, Orang yang jujur. Berkata jujur memang jadi sesuatu yang penting dalam hubungan apa pun. Ini termasuk juga di dalam pertemanan. Sebagai pondasi awal, kita pun perlu memilih teman yang selalu berkata jujur. Pasalnya, teman yang jujur sesungguhnya sangat bermanfaat untuk kamu. Memiliki seorang teman yang jujur dan soleh, maka akan memberi tahu kita hal baik dan buruk. Selain itu, sosok teman yang mengedepankan kejujuran dalam Islam juga sangat membantu kamu dalam membentuk karakter atau jati diri.

Bagikan artikel ini ke :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *