Asal Usul Titik pada Huruf Hijaiyah

Dibaca normal 1 menit

Pemberian titik pada huruf hijaiyah ini memang belakangan dibanding pemberian harakat dalam Al-Qur’an. Pemberian tanda ini bertujuan untuk membedakan bilamana ada huruf yang tulisannya sama dan pengucapannya yang berbeda seperti contoh : ث (tsa) ، ت (ta) ، ب (ba) ، ذ (dzal) ، د (dal)

Beliau Abu Aswad ad-Duali adalah penggagas ilmu nahwu dan pakar tata bahasa arab dari Kinanah. Nama aslinya adalah Dzolam bin Amr atau lebih dikenal dengan julukannya Abu Aswad ad-Duali. Beliau dilahirkan pada masa Nabi Muhammad SAW.

Pada penulisan mushaf Al-Quran pertama kali hurufnya ditulis tanpa adanya pembedaan titik. Salah satu hikmahnya adalah untuk memberi beraneka ragam qira’at yang ada. Namun, seiring berkembangnya zaman dan kuantitas interaksi umat muslim arab dan bangsa non arab. Terjadi kesalahan pembacaan yang disebut al-Ujmah.

Tidak hanya itu, sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa Abu Aswad adalah orang yang ikut perang jamal bersama Ali bin Abi Tholib dan dia termasuk pembesar kelompok pendukung Ali. Dan orang yang paling sempurna akal serta pendapatnya diantara mereka. Bahkan Muhammad bin Salam al-Jumahi berkata :

“Abu aswad adalah orang yang pertama kali meletakkan bab fail, maf’ul, mudhof, huruf rofa, nashob, jer, dan jazm.”

Kemudian Yahya bin Ya’mar belajar kepadanya. Abu Aswad meninggal karena wabah ganas yang terjadi tepat pada tahun 69H (670-an) dalam usia 85.

Bagikan artikel ini ke :